“A leader takes people where they want to go. A great leader takes people where they don’t necessarily to go but ought to be” (Rosalynn Carter).
Sebuah perbincangan antar karyawan di sebuah perusahaan di pada break makan siang bareng. “Perasaan semakin maju dan membesar, semakin jarang ya si Bos ngobrol-ngobrol lama sama kita-kita,” curhat seorang karyawan. “Bener, perasaan dulu gak susah-susah amat ijin cuti, sekarang jadi lebih ribet”, sambung karyawan lain dengan nada sebal. “Semuanya jadi serba formil dan serius yak”, sungut karyawan lain menimpali.
Kalau Anda mempunyai sebuah perusahaan yang dibangun mulai dengan modal kecil dan karyawan tidak terlampau banyak. Artinya bukan sebuah perusahaan yang tiba-tiba didirikan dengan gelontoran dana besar yang tiba-tiba mencomot banyak pegawai. Kalau suatu saat, bisnis Anda mulai mekar dan mengelinding, obrolan bernada seperti di atas dengan level yang berbeda, cepat atau lambat biasanya akan muncul. Berita baiknya, obrolan tadi mengirim isyarat jelas bahwa bisnis Anda benar-benar sedang tumbuh dan berkembang. Berita kurang sedapnya, karyawan Anda—terutama karyawan lama yang ikut proses dari awal—akan mulai gelisah ketika “atmosfer guyub”, kemesraan emosional yang tinggi karena interaksi di dalam “kelompok kecil” perusahaan hadir tiba-tiba memudar dan berangsur sirna dilahap mekarnya kondisi perusahaan Anda yang membesar. Read the rest of this entry »
