Blog Manuver Bisnis

ulasan kiprah bisnis untuk eksis dalam bisnis

BRICS : Kiblat Bisnis Baru ?

Posted by Donny Oktavian Syah on 29/03/2012

Hari ini sambil bersantai menikmati sarapan pagi saya memindah remote TV media asing. Di antara top berita politik Syria dan isu nuklir yang ada, terselip sebuah berita bisnis-ekonomi yang cukup seksi yang diliput belbagai stasiun TV dunia seperti CNN, BBC, AL Jazeera, dll. Apa lagi kalau bukan pertemuan para pemimpin blok ekonomi baru bernama : BRICS yang sedang dilangsungkan di kota New Delhi, India. Sebuah blok ekonomi baru yang terdiri dari 5 negara “berkembang” yakni: Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan).

Terlihat di acara ceremony tadi pagi Dmitri Medvedev dari Rusia, Hu Jintao dari China, Dilma Rousseff dari Brazil, Jacob Zuma dari Afrika Selatan dan tuan rumah Perdana Menteri Manmohan Singh dari India saling bersalaman dan melempar senyum. Telihat “gagah” dan “cantik”, tidak kalah cantik dan gagah dengan para pertemuan tingkat tinggi dibanding para pimpinan Negara G-8.

Mengapa “seksi”? Jelas kekuatan gabungan kelima Negara ini, walaupun belum sepenuhnya “mendominasi”, tapi kekuatannya sudah cukup menggetarkan. Dari jumlah penduduk saja, gabungan 5 negara ini, nyaris menguasai separuh penduduk dunia. Di samping itu, seperti yang dilansir TV Al Jazeera , kekuatan gabungannya menggenggam 28% ekonomi dunia. Dugaan saya angka tersebut akan cepat menggelembung melihat kekuatan ekonomi China, India dan Rusia yang mesin ekonominya sedang “memanas”. Mencatut hasil riset Goldman Sachs lewat penelitinya Jim O’Neill, di tahun 2050, group baru ini yang menguasai 25% daratan dunia akan menjadi group baru ekonomi terkuat di muka bumi.

Tapi gebrakan terkini yang menarik yang saya tunggu konsesusnya adalah ide untuk membentuk institusi finansial bersama yang akan dijuluki “BRICS Bank”. Sebuah institusi yang diniati didirikan untuk mendanai projek pengembangan dan infrastruktur di Negara-negara berkembang. Bahkan menurut laporan Al Jazeera, institusi baru ini akan mencoba membantu “meringankan” krisis keuangan yang mendera di beberapa Negara Eropa. Kalau ide ini yang sesungguhnya sudah dibicarakan sebelumnya oleh pejabat-pejabat yang levelnya lebih rendah ini bisa disepakati dan diratifikasi. Ini bakal menggubah konstelasi “dunia bisnis dan perekonomian” yang biasa berlaku sekarang.

Apa yang perlu dilakukan oleh para pelaku bisnis, khususnya di Indonesia mencermati fenomena BRICS di atas :

Pertama, blok ekonomi baru ini sepertinya mengisyaratkan “pemakaian” mata uang di luar pakem transaksi bisnis yang biasa berlaku. Adalah hal lumrah ketika para pebisnis menyimpan cadangan uang dalam bentuk US Dollar, karena kurs ini yang bisa “diterima” dimana-mana. Tetapi perkembangan terbaru ini, disarankan cadangan untuk porsi dalam US Dollar (terutama sekali) mulai dibagi di kurs lain. Apalagi kondisinya, Amerika sekarang tidaklah “sekuat dulu”. Apalagi kalau bisnisnya banyak berhubungan dengan para anggota BRICS. Saya yakin transaksi yang akan digunakan bukan dalam bentuk US Dollar.

Terlepas dengan “ketegangan” antara Amerika dengan Rusia (masalah blokade dagang minyak Iran) maupun juga dengan China (masalah kurs tetap Renimbi dan defisit dagang US-China). Ada keinginan untuk menghapus ketergantungan pemakaian transaksi menggunakan Dollar. Jadi, ada baiknya sebagian cadangan uang dalam Dollar mulai dipecah, ya..meminjam istilah kerennya “jangan taruh telur dalam satu keranjang”, agar resikonya bisa diminimalisir.

Kedua, banyak pengusaha Indonesia yang pasarnya bertumpu di Amerika Serikat, agak menurun permintaanya seiring dengan “meriang”-nya kondisi perekonomian mereka, harus mulai “memindahkan” amunisi perang bisnisnya ke Negara-negara tersebut. Jangan sampai “kedahuluan” negara-negara lain. Peningkatan hubungan bisnis dengan Negara-negara tersebut harus segera diinisiasi.

Membangun hubungan dagang yang mesra bisa dimulai dari pemahaman budaya dan bahasa. Cukup menggembirakan untuk hal ini, pengajaran bahasa mandarin misalnya, sudah mulai banyak diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan di kawasan utara Jakarta, sudah ada TK yang mulai diajar Three-lingual (Inggris, Indonesia, Mandarin). Kalo perlu mempelajari bahasa Rusia juga, karena disamping digunakan di Rusia, bahasa Rusia masih menjadi bahasa “pemersatu” di bekas negara Asia Tengah seperti Uzbekhistan, Turkemistan, Kazhaztan yang latar belakang beragama Islam tetapi faham bahasa Rusia. Ini peluang pasar yang perlu dicoba karena kerena produk Indonesia bisa dicoba untuk dipanetrasikan kesana.

Kiblat bisnis memang sedang beringsut dan bergeser! Tidak semuanya harus berorientasi ke barat, US Dollar. Perlu menjajal area baru yang lebih “progresif” seperti yang ditawarkan negara-negara BRICS.

Credit Photo: www.facenfact.com

About these ads

35 Responses to “BRICS : Kiblat Bisnis Baru ?”

  1. Taufiq said

    Trimakasih ilmunya mas donny..
    :)

    Salam,
    Taufiq
    (alumni pelatihan calon wirausaha, dikop di solo, 26-29 maret kemarin)

  2. zhai said

    iya pak, gabungan kekuatan bisnis cukup cina dan rusia saja sudah besar, apalagi ditambah india yg notabene ingin merangsek naek merubah pola ekonomi mereka,

    pernah saya baca diberita hongkong sudah mulai “bergerak menjadi Kiblat Ekonomi dunia”, aplg ditambah hub politik segitiga bermuda AS, Iran, Israel sudah kian memanas soal embargo minyak ke Eropa khususny, AS udah diposisi sulit..

    jd sangat betul investasi jgn hanya di Dollar saja, jg bisa mencakup RMB (Renminbi) mata uang China…

    • @Zhai : Amerika Serikat sekarang bukan satu-satunya “kiblat” bisnis dan ekonomi, banyak pilihan lain diantaranya BRICS. Jadi mari kta manfaatkan pilihan lain ini :)

  3. muchlis choeiruddin said

    pak apakah tujuan dari pembentukkan FOURTH BRICS semata-mata untuk menjatuhkan kiblat dunia saat ini (AMERIKA SERIKAT)
    Karena jikalau 28% perekonomian dunia dikuasai oleh ke empat negara tersebut, maka dengan terbentuknnya FOURTH BRICS sangatlah mungkin kiblat bisnis dunia berpindah tangan ke sisi tersebut?

    • @Muchlis C : Tidak akan serta merta pindah ke BRICS, tetapi negera-negara G-7 yang “dikomandani” Amerika Serikat tidak bisa seenaknya “mendiktekan” peran ekonominya kepada negara lain karena group “prestise” G-8 adalah kumpulan negara kuat secara ekonomi adalah fakta 20-30 tahun lalu, sekarang kondisinya jauh berbeda. Dengan Hadirmya BRICS yang sudah berencana menghapus pola transaksi perdagangan dengan mata uang lain selain Dollar, maka “ketergantungan” terhadap dollar akan tereduksi. Kalau ini berlangsung lama, bukan tidak mungkin dominasi Amerika akan tergeser, apalagi kekuatan kedua ekonomi dunia sudah dipegang oleh China, yang diprediksi banyak lembaga ekonomi dunia akan menyalip Amerika 20 tahun lagi. Barangkali perdagangan akan lebih banyak menggunakan Renimbi China ketimbang Dollar U$.

      Saya bukan “peramal”, saya hanya mencoba menyimpulkan dari data-data ekonomi mereka. Hasilnya, mari kita lihat bersama nanti, bisa jadi lebih cepat atau lebih lambat berpindahnya ke sisi BRICS ? Semoga bermanfaat, terima kasih Mas Muchlis bersedia mampir :)

  4. Naaah ini baru terobosan canggih…..BRICS memang asyik untuk disimak. Benar sekali mas Donny apa yang panjengan ngendika-aken. Cocok betul saya. Saya pernah “ngintip” lewat Polandia…..dari pojokan Polandia saja saya sudah kaget…..di Polandia “banyak banget” imigran Vietnam yang menyerang pasar Belarusia dan Rusia untuk komoditas kuliner….sementara “pejuang” Indonesia di Polandia nggak lebih dari 3.500 orang…..Waaah jadi pengin jualan Gudheg Jogja dan Pecel Madiun, selain Rendang Padang…..sambil bikin outlet Bakpia merk “Pia-Pia”….(hemmm).

    • @Dr.Wisnu : Injiiih Pak Wisnu….sepakat 100% mari kita ramaikan kuliner kita….Pia-Pia siap menjadi salah jajaran oleh-oleh yang perlu dibeli dari Jogja Pak :)) nuwun kerso mampir Blog kawulo :)

  5. Shohibul Karim said

    artikel ttg BRICS yg ditulis pak Donny detail sekali, tidak seperti yg saya temukan dipunya si ‘mbah’. Masalah Indonesia masuk BRICS yg katanya akan terjadi 2 tahun lg akan menjadi hal yg sangat menguntungkan bagi Indonesia, Indonesia akan semakin bertaji di kancah dunia melalui perekonomiannya. Namun ada hal yg masih menghambat Indonesia utk masuk ke BRICS seperti yg saya baca di dlm sebuah artikel, yaitu,
    ”Politik anggaran RAPBN 2013 yang tetap memanjakan pegawai negeri sipil (PNS) dengan belanja hingga Rp241 triliun justru berpotensi menghambat Indonesia menjadi negara maju. Akibatnya, peluang Indonesia masuk dalam tatanan negara BRICS menjadi panjang waktunya”.
    Menurut saya lebih baik kalau anggaran itu dialokasikan ke sektor pendidikan dan teknologi. Belanja pegawai kan bukan sektor produksi jadi tidak usah terlalu banyak anggarannya. Saya yakin Indonesia nantinya bisa menjadi negara yg sejajar dgn negara negara maju di dunia :D

  6. Laras ayuningtias said

    Betul pak apalagi salah satu kekuatan BRICS yaitu China sudah mampu membuktikan kepada perekonomian globalk sebagai negara dan kekuatan perekonomian yang bisa digunakan untuk membantu mendongkrak krisis dan kepincangan perekonomian global yang saat ini masih didominasi oleh pengaruh ekonomi AS. Menurut saya tidaklah udah bagi BRICS untuk dapat mengurangi penggunaan dolar dalam transaksi keuangan internasional karena akan berdampak luas pada perekonomian domestik.

    Menurut saya seharusnya mulai sekarang investor – investor dapat berinvestasi di negara – negara BRICS karena perdangangan diantara negara -negara BRICS semakin meningkat dan kepastian yang lebih tinggi dibanding jika berinvestasi di negara – negara lain.

    Pak apa benar keberadaan BRICS dapat membawa dampak negatif bagi perekonomian Indonesia?

    -LARAS AYUNINGTIAS-

  7. Fariz Reza Habib said

    kalau BRICS benar-benar terbentuk makin ”meriang” aja ya pak negara adidaya itu. hehe
    perkiraannya ekonomi negara-negara berkembang pada masa yang akan datang akan mengugguli ekonomi negara-negara maju. apalagi kelompok ekonomi baru ini bersifat statis, jadi negara apapun yang ekonominya diatas 6% bisa ”bergantiaan” untuk masuk kedalam kelompok BRICS ini.
    semoga saja indonesia masuk jadi anggoa BRICS agar indonesia lebih tidak diremehkan sama negara lain. walaupun BRICS juga tidak semata hanya bekerja sama dalam hal ekonomi saja tapi juga bisa bekerja sama dari segi budaya, sumber daya manusia,dsb. tahun 2050 diperkirakan ekonomi China yang sedang ”luar biasa” akan menguasai dunia menggeser Amerika Serikat apalagi diperkirakan anggota BRICS akan menguasai 25% deretan dunia.
    semoga saja BRICS bergerak menjadi kiblat bisnis dunia dan indonesia berpeluang menjadi andalan ekonomi dunia, apalagi peningkatan ekonomi indonesia tahun ini sekitar 6,7%. itu adalah suatu hal yang baik bagi negara kita.

  8. ulviani ulan safitri said

    menurut saya memang seharusnya Indonesia segera menginisiasikan perdagangan indonesia kenegara-negara lain seperti : China,India dan masih ada lagi beberapa negara lain yang bisa menumpu pengusaha di indonesia, tidak hanya amerika saja yang selalu menjadi kiblat apalagi sekarang permintaan nya sudah agak menurun.

    jadi apa yg bapak katakan tentang pemahaman bahasa dan budaya saya rasa itu benar karena dengan bahasa dan budaya kerjasama negara indonesia dengan negara-negara lain akan jauh lebih baik. karena dengan bahasa lah akan mempermudah komuniasi ke negara-negara lain.

  9. robby andrianto said

    Alasan perhatian terhadap kepentingannya dari dibentuknya BRICS adalah untuk mengurangi dominasi Amerika dan Eropa didalam ekonomi global.Tujuan pembentukan BRIC adalah untuk mencapai perdamaian, keamanan & kemajuan bersama. BRICS ingin berkontribusi pada pembangunan umat manusia yang adil dan merata (equitable and fair ) di muka bumi
    .
    BRICS adalah paltform untuk berdialog dan bekerjasama secara pragmatis dalam berbagai bidang, tidak hanya ekonomi, keuangan dan pembangunan; namun juga politik, kebudayaan, teknologi. dll.

    Kerjasama negara-negara yang mewakili lebih dari separoh penduduk bumi ini dengan negara-negara bukan BRICS bersifat inklusif dan tidak konfrontatif.
    BRICS akan berusaha mengurangi penggunaan dollar dalam transaksi keuangan internasional, untuk membangun sistem perdagangan dan cadangan devisa multi-currency
    .
    Ini berarti mereka akan menggunakan mata uang mereka sendiri dalam melakukan

    perdagangan diantara mereka. Mungkin terkandung juga keinginan untuk menjadikan Yuan menjadi mata uang perdagangan internasional, sebab volume perdagangan China saja dengan negara-negara lain mencapai 40% perdagangan dunia pada tahun 2010. Demikian juga dalam menyalurkan hutang atau hibah ke sesama negara anggota BRICS, akan digunakan mata uang mereka sendiri.

    Tantangan yang akan mereka hadapi adalah antara lain naik-turunnya harga komoditas & nilai tukar dolar, yang berdampak luas pada perekonomian domestik. Mereka juga menghendaki reformasi dalam kelembagaan moneter internasional yang belum cukup memberi pegangan negara-negara berkembang.

    Kendati ada kesamaan tujuan dalam pembentukan kelompok ini, diantara mereka juga terdapat perbedaan kepentingan.

  10. DEDI RUKMA said

    iya pak benar, sekarang ini bukan hanya USA saja yang bisa jadi kiblat “bisnis & ekonomi” sekarang ini dengan adanya negara-negara BRICS bisa menarik investor-investor yang biasanya menanamkan investasinya di negara adikuasa itu.

    dan saya yakin jika negara indonesia masuk dalam BRICS akan membawa dampak yang baik bagi negara indonesia, karena pasti banyak investor-investor asing yang menanamkan investasinya di indonesia, dengan begitu perekonomian indonesia akan menjadi lebih baik.

    investasi sebagai motor penggerak roda perekonomian harus terus di tingkatkan dengan cara: pemerintah harus menyingkirkan hambatan investasi yaitu pemberantasan korupsi, agar para investor nyaman menanamkan investasinya di indonesia.

    BY: DEDI RUKMA

  11. semoga proyek masuknya indonesia menuju BRIICS bisa di percepat….kan enak juga bisa menjual produk Indonesia dengan mata uang Rupiah….terkesan bangga gitu…gak dikit2 Dollar…dan jika pakai Dollar terus kan nilai tukar rupiah->Dollar makin mahal…..

  12. FINA HERZEANA said

    Saya sangat setuju dengan adanya gebrakan perubahan perekonimian dunia. dengan mengangkat budaya dan bangsa agar para pembisnis bisa kerja sama dengan negara-negara maju dan semoga saja Indonesia bisa jauh lebih baik. apa yang bapak anjurkan itu benar bahwa seseorang bisa mempelajari bahasa BRICS. Dan sebaik mungkin kita harus bisa memanfaatkan perubahan perekonomian dunia ini. dan saat ini Dollar masih mendominasi dalam perdagangan internasional, namun dominasi dollar saat ini seperti akan runtuh, soalnya sejumlah negara dengan perekonomian besar mulai merencanakan mata uang global pengganti Dollar.

    -FINA HERZEANA-

  13. FITRIANINGSIH KURNIA MEKARSARI said

    Saya sangat setuju sekali dengan informasi dari media infomasi dan pendapat bapak tentang BRICS.Yang mengangkat tentang bisnis ekonomi, Brics bank,mata uang,budaya dan sebagainya.

    Menurut saya, Brics sebenarnya untuk perdamaian dunia, memajukan suatu negara agar lebih dikenal lagi dimata dunia baik dari berbagai segi ekonomi,politik, dll. Menunjukkan perubahan-perubahan besar dan perbedaan dari sebelumnya.

    Example:Banyak sekali potensi – potensi yang perlu digali di Indonesia.Sebenarnya Indonesia bisa mempercepat untuk masuk BRICS, rubah pola pikir SDM-nya . manfaatkan gali SDM yang ada diindonesians serta olah sendiri dengan kualitas yang baik.

    PERCAYA DENGAN KEMAMPUAN BANGSA.

    Percaya dengan kualitas bangsa adalah faktor utama menjadi negara maju. untuk kedepannya Indonesia masuk BRICS atau tidak yang terpenting kualitas bangsa sudah diakui dunia bahkan menjadi contoh di Asia maupun Dunia.

    Saran saya sebagai putri bangsa, jangan buang waktu, pikiran, dan tenaga kita untuk selalu bercermin dengan negara lain. Manfaatkan yang ada, perbaiki sektor perikanan, perternakan, dll serta perbanyak mengekspor dan mengurangi mengimpor baik dari segi pangan, sandang, dll.

    tapi jangan memperbanyak mengekspor TKI dengan alasan devisa negara.

    DOLLAR

    Yang perlu kita pikirkan lagi sekarang adalah bagaimana cara kita mengeser dollar agar tidak memonopoli pasar dunia dan mata uang kita bisa diterima diberbagai negara . maukan kita berbelanja memakai uang RUPIAH???????????? Bangga bukan ??????
    Budaya dan bahasa seperti itu harus memperbanyak dan memperdalam wawasan bahasa dan budaya nya.

    Kalau perlu di-planning dulu agar kedepannya kalau ada peluang tidak diambil orang.

    Sedia payung sebelum hujan, jangan baru teriak kalau kesempatan diambil orang……………………INDONESIA BANGET BUKAN ????

    -FITRIANINGSIH KURNIA MEKARSARI-

  14. Susilowati said

    Menurut saya BRICS belum bisa dikatakan utuh tanpa adanya kekuatan dari Indonesia di bidang ekonomi, politik, dan budaya, Ia masih kehilangan komponen Asia Tenggara, di mana pengaruh kawasan ini sudah menjangkau dunia, dan bukan hanya di bidang ekonomi. Meningkatnya kemakmuran Indonesia akan membawa perubahan lanskap internasional melalui kebangkitan dua dunia Timur, yang geografis dan yang simbolis. Burung Garuda merupakan ikon yang tepat untuk melambangkan perkembangan dunia saat ini, karena bersama Naga dari Cina dan Gajah dari India, mereka merupakan pengawal baru ekonomi global. Memang sudah saatnya perhelatan besar diadakan sekarng. dan semoga indonesia bisa cepat bergabung dan menjadi BRIIC .*amin

    by : Susilowati 

  15. susiee said

    Assalamua`laikum Pak Donny

    Menurut pendapat saya ..dengan adanya gebrakan baru dari negara anggota ” BRICS” yaitu Brazil, Rusia, India ,China, South Africa ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan bangga akan kekuatan SDM dan SDA yang di miliki oleh negara-negara anggota BRICS bisa sedikit demi sedikit mengalahkan negara adi kuasa yaitu Amerika Serikat dari segi perekonomian dan SDA serta SDM.

    kerena negara-negara yang tergabung ke dalam anggota BRICS sendiri kaya akan SDA dan SDM dan itu yang tidak di miliki oleh USA.

    contohnya saja USA yang terus menerus menjajah perekonomian bangsa indonesia, seperti PT.FREEPORT di Jayapura yang terus menerus di ambi SDA nya yaitu tambang emas yang di kuasai, tetapi apa yang bangsa kita dapatkan bukan sistem bagi hasil yang kita dapatkan ,tapi pada kenyataanya indonesia hanya mendaptkan 0,98% .

    Begitu tega??????? Negara adikuasa yang di puja-puja seluruh dunia ,, dimana rasa prikemanusaian mereka.
    Untuk itu kawan -kawan semua kita harus bangga menjadi waega negara Indonesia yang SDA nya melimpah ,hanya kekurangan kita dalam segi sumber daya manusia yang harus lebih di tingkatkan lagi ,terutama dalam segi pendidikan ,yang seharusnya bangsa yang kaya dan berlimapah SDA tidak lagi adanya buta aksara.Serta tidak adanya lagi anak-anak yang putus sekolah hanya untuk membantu perekonomian keluarga.
    AYOOOOO INDONESIAAA BANGKIT TUNJUKKAN AKSIMU DAN KEJAYAANMU PADA DUNIA YANG TELAH MEMANDANGMU SEBELAH MATA!!!!!!!!!!!!!!

    Indonesia memang tidak masuk ke dalam keanggotaan BRICS tetapi Indonesia masuk menjadi anggota MIST, kita harus bangga kerena dengan begitu secara tidak langsung akan memberikan efek positif ke dalam perekonomian bangsa kita..

    Seperti baru-baru ini kinerja ekonomi Indonesia tercermin dalam bursa saham indonesia yang sepanjang tahun ini rally dan prima. Tercatat sejak awal tahun 2012 indeks saham indonesia berhasil melonjak 21% .Ini membuktikan bahwa indonesia bisa lebih maju dari negara-negara maju .

    Bangga juga terhadap rupiah dan kita juga harus bisa menguasai minimal satu bahasa dari anggota BRICS kerena dengan begitu kia bisa dengan mudah mendapatkan chanel dan menjadi partner bisnis yang akan berdampak baik bagi perekonomian bangsa kita .

    Dan kita harus cekatan dalam menjalankan bisnis bersama negara-negara itu ,,salah-salah bisa kita yang tidak dapat untung …untuk itu
    1.PIKIRKAN
    2.RENCANAKAN
    3.LAKUKAN
    4.DAN JALANKAN

    INDONESIA EKONOMI MERDEKA ,RAKYAT MERDEKA ,PENDIDIKAN MERDEKA MERDEKA MERDEKA MERDEKA …..

    ~SUSILOWATI ANDRIANI~

  16. SITI LATIFAH SERASTRI said

    Artikelnya sangat menarik , demi kemajuan bangsa Indonesia haruslah bersikap nasionalisme. Saya menambahkan informasi yg saya dapat dari artikel ttg BRICS lainnya bahwa Sekitar satu dekade terakhir peta perekonomian global berubah secara perlahan.Kekuatan ekonomi dunia yang dulunya dipimpin oleh Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Jepang. Akan tetapi, justru negara dan kawasan tersebut sekarang sedang mengalami resesi ekonomi yang cukup dalam dan terseok-seok di dalam pemuliahan ekonominya akibat krisis global.

    Indonesia merupakan yg ekonominya dapat tumbuh dengan pesat dibanding negara lainya. Maka indonesia wajib ikut bergabung dalam BRICS karena indonesia mempunyai potensi yg luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam hal bahasa bangsa ini haruslah mempelajari bahasa yg tergabung dalam BRICS sejak dini mulai dari sekolah, tempat les, tempat pendidikan lainnya .
    jangan hanya kurs Dollar saja yg mendunia tetapi kurs Rupiah jga hrus mendunia, selagi ada kesempatan buatlah negara ini menjadi contoh bagi negara lain demi kemajuan bersama .

    SITI LATIFAH SERASTRI

  17. Sri Nurwansya said

    Dengan terbentuknya BRICS, tentu akan mempengaruhi tatanan perekonomian dunia, apalagi kita tahu anggota BRICS yang terdiri dari Brazil,Rusia,India,Cina,dan South Africa memiliki kepadatan penduduk yang “wow”. Indonesia patut waspada dengan hal ini, karena sebagian besar investor di Indonesia adalah orang Cina. Investor-investor dari China bisa lebih mengutamakan negara-negara BRICS sbg tempat mereka berinvestasi maupun ekspor dan impor barang. Tak hanya Indonesia, BRICS saat ini juga telah membuat ”sang penguasa” ketar-ketir, bagaimana tidak negara-negara maju,seperti AS dan Jepang sedang mengalami penurunan gairah bisnis. Ini tentu bisa menjadi peluang bagi BRICS untuk menjadi motor perekonomian dunia. Namun ternyata,mereka juga mengalami masalah serupa akibat penurunan kinerja ekspor maupun masalah fiskal dan moneter.

    Namun,jika dilihat dari data yang ada, Indonesia bisa membusungkan dada. Indonesia sejauh ini mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya saat negara-negara lain justru terperosok ke dalam krisis. Indonesia membuktikan diri sebagai negara dengan kinerja ekonomi impresif berkat kenaikan jumlah warga golongan menengah dan konsumsi domestik yang solid. Investor dan pengamat ekonomi bahkan sudah menganggap negara ini ideal untuk dijadikan lokasi penanaman modal. Saya pikir,Indonesia juga harus melebarkan sayapnya. Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi dalam negeri. Indonesia juga harus aktif dalam perdagangan antar negara. Kekuatan Indonesia tuh salah satunya ada pada SDA non-energi, seperti hasil pertanian, pertambangan logam, minyak kelapa sawit,dll. Indonesia harus mencoba mengekspor barang tsb bukan hanya ke AS atau eropa,tapi juga ke negara-negara di Afrika, Timur Tengah,atau Amerika. Disini peran pemimpin yang kreatif,inovatif,dan kritis dibutuhkan,sehingga perekonomian kita semakin baik kedepannya.

    -SRI NURWANSYA-

  18. saya sangat setuju dengan pengembangan pemahaman budaya dan bahasa di Indonesia. karena apa..?? karena bangsa Indonesia itu sendiri sudah merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan bahasa. ada lebih baiknya mengembangkan lagi budaya dan bahasa yang ada di negara luar sana. karena jika tidak begitu, kita tidak akan bisa membangun pemahaman budaya dan bangsa di negara berkembang atau negara maju lainnya, mungkin kita tidak akan bisa menguasai pasar ekonomi di luar negeri. ya karena, kebanyakan negara luar itu dikhususkan memakai bahasa umum yang bisa di pahami oleh semua orang yang ada di luar negeri. brics mungkin bisa memunculkan benih-benih budaya dan bahasa baru yang tidak bisa kita pahami di luar sana. saya turut mendukung Indonesia akan menjadi anggota BRICS karena Indonesia itu kaya akan budaya dan bahasa. jadi, kita bisa membangun dan memperagakan bagaimana budaya dan bahasa khas kita sendiri.

    ~ Bambang Budi Yono ~

  19. dwi nurwiyanto said

    menurut saya BRICS ini akan menggetarkan perekonomian dunia, apalagi Amerika,akan menjadi kiblat dari perekonomian dunia, dimana negara2 ini bersatu menjadi satu dan kuat membentuk suatu perekonomian yg hebat.

    Dan mungkin ini pun akan memperbaiki perekonomian di negri kita sendiri karena kita tau Indonesia kaya akan sumber daya alamnya, dan dengan Indonesia tergabung di dalamnya mungkin Indonesia bisa lebih dikenal di negara lain bukan karna kekurangannya tapi karana kelebihannya, apabila indonesia serius ikut serta dalam BRICS ini bukan tidak mungkin indonesia bisa mnjadi negara maju.

    dwi nurwiyanto

  20. Handi Septiono said

    Saya setuju pak Donny

    Selain itu, Menurut pendapat saya ..

    Indonesia menjadi negara tujuan investasi baru setelah terjadinya pelambanan pertumbuhan ekonomi pada negara-negara BRICS. Singkatan itu mengacu kepada Brazil, Rusia, India, Cina, South Africa yang dianggap menjadi tujuan investasi menarik selama beberapa tahun terakhir.

    Berbeda dengan BRIC ini, pertumbuhan ekonomi justru terus terjadi di Indonesia dalam jangka pendek dan berpotensi berlanjut hingga jangka panjang.

    _Handi Septiono_

  21. muhamad dicki darmawan said

    Artikel tentang BRICS yg ditulis pak Donny detail sekali, tidak seperti yg saya temukan dipunya si ‘mbah’. Masalah Indonesia masuk BRICS yg katanya akan terjadi 2 tahun lg akan menjadi hal yg sangat menguntungkan bagi Indonesia, Indonesia akan semakin bertaji di kancah dunia melalui perekonomiannya.
    saya turut mendukung Indonesia akan menjadi anggota BRICS karena Indonesia itu kaya akan budaya dan bahasa. jadi, kita bisa membangun dan memperagakan bagaimana budaya dan bahasa khas kita sendiri.

    – Muhamad Dicki Darmawan -

  22. Menurut saya dengan dimulainya kiblat bisnis baru bagi negara-negara ini sangat bagus . karena selain mengembangkan perekonomian dunia, juga dapat memacu gairah pebisnis dan investor asing di seluruh dunia . Apalagi negara-negara yang termasuk disini adalah negara yang sebagian besar memiliki penduduk yang banyak hampir separuh penduduk dunia. Seperti Cina yang telah memiliki banyak brand bisnis di seluruh dunia dan tidak menutup kemungkinan untuk menguasai perekonomian dunia. Selain itu setiap negara yang
    termasuk BRICS juga merupakan negara yang memiliki SDA dan SDM yang mendukung untuk membangunnya bisnis. Dilihat dari pesaingnya seperti AMERIKA SERIKAT yang kini masih merajai pasar global dengan Dollar-nya . Namun kini Dollar sudah mulai dipecah karena sebagian negara perekonomian besar telah memikirkan mata uang lain sebagai pengganti mata uang global. Ini merupakan suatu peluang besar dalam dunia bisnis untuk BRISC terutama yang masih dalam peningkatan level.

    Berbicara tentang indonesia , bahwa Indonesia juga akan masuk dalam BRISC. Itu merupakan salah satu peluang bisnis bagi Indonesia. Tidak kalah dengan Afrika Selatan, Indonesia juga memiliki SDA yang sangat melimpah. Namun terkadang para penduduknya tidak dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga Indonesia hingga kini masih menjadi negara berkembang. Saya sangat mendukung jika indonesia masuk dalam bagian BRICS karena selain SDA yang melimpah, Indonesia juga memiliki budaya dan bahasa yang sangat kaya. Jadi, menurut saya itu juga dapat sebagai lahan bisnis atau pertukaran kebudayaan juga perkenalan budaya untuk negara lain yang dapat dijadikan bagian dari lahan bisnis .

    – RANI ASRIANI -

  23. BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan, merupakan pertemuan negara-negara berkembang penting yang memainkan peran yang semakin besar dalam ekonomi dunia selama dekade terakhir.

    PDB agregat dari negara-negara BRIC (sebelum bergabung dengan Afrika Selatan pada akhir tahun 2010) memiliki hampir empat kali lipat sejak tahun 2001, dari sekitar tiga triliun dolar AS menjadi antara 11-12000000000000 Dollar US pada 2010, Namun, kemampuan BRICS untuk pertumbuhan yang berkelanjutan tampaknya ditantang oleh perlambatan terbaru dalam ekonomi, dengan PDB India pada kuartal terakhir tahun 2011 berkembang sebesar 6,1 persen, laju paling lambat dalam hampir tiga tahun, dan China menetapkan target pertumbuhan yang lebih rendah sebesar 7,5 persen untuk 2012.
    Negara-negara seperti Cina yang akan mengalami tekanan inflasi akan menemukan titik yang mereda, posisi fiskal, dan surplus eksternal besar-besar, dapat meningkatkan pengeluaran, termasuk pengeluaran sosial, sementara, India, dengan inflasi yang relatif tinggi dan utang publik juga tinggi dan ruang kebijakan yang terbatas, dapat menjamin sikap yang lebih berhati-hati terhadap pelonggaran kebijakan, Salah satu peran BRICS yang diharapkan oleh Rusia adalah mengenai peran BRICS pada lembaga-lembaga perbankan global seperti Bank Dunia dan IMF.

  24. Para pemimpin BRIC dalam pertemuan 16 Juni akan menekankan posisi mereka dalam percaturan global menyusul penguasaan 15% atas ekonomi dunia dan 42% cadangan devisa.
    Menurut lembaga riset tersebut, format BRIC yang yang mencakup 4 negara dengan ekonomi besar tersebut, sebaiknya diperluas melibatkan Indonesia. Hal ini mengingat pertumbuhan Indonesia kwartal pertama 2009 termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.
    Bandingkan dengan penurunan sebesar 6% di Malaysia, Singapura dan Thailand. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7% di 2011 cocok dengan kriteria fromat BRIC, kata Chetan Ahya, ekonom Morgan Stanley yang berbasis di Singapura.
    Menurutnya, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini akan tumbuh 60% dalam 5 tahun menjadi US$ 800 miliar menyusul kestabilan pemerintahan, rendahnya biaya modal, dan rencana mengucurkan dana US$ 34 miliar untuk membangun jalan, pelabuhan, dan pembangkit listrik sampai 2017.
    “Investor ingin melihat kelompok aset di negara ini dengan lebih serius. Kestabilan politik, membaiknya keuangan pemerintah, dan keunggulan alami dari demografi dan sumber komoditas mampu mendorong pertumbuhan Indonesia,” imbuh Chetan Ahya.
    Terkait kemungkinan Indonesia tergabung dalam BRIC, Rahmat Gobel, wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan mengatakan, pertumbuhan ekonomi domestik sekitar 4% bisa menjadi modal bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.
    “Setelah 4 tahun Indonesia sudah didera macam-macam, dari tsunami, gempa bumi, dan berbagai peristiwa negatif, pertumbuhan kita masih bagus. Sekarang bagaimana kita memanfaatkannya, Ini adalah kesempatan kita,” tandasnya.
    Wacana memasukkan Indonesia dalam BRIC pertama kali diungkapkan Goldman Sachs pada 2008 silam. Seperti diketahui, istilah BRIC diperkenalkan ekonom Goldman Sachs Group Inc, Jim O’Neill untuk menggabungkan negara yang segera bergabung dengan AS dan Jepang sebagai perekonomian terbesar pada 2050.
    Goldman membuat daftar sejumlah negara seperti Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Turki, dan Vietnam dalam rangka mencari BRIC baru.
    Kriteria yang digunakan adalah negara dengan stabilitas ekonomi makro, kematangan politik, keterbukaan perdagangan dan kebijakan investasi, serta kualitas pendidikan. Menurut O’Neill, memasukkan Indonesia ke dalam BRIC merupakan suatu hal yang masuk akal.
    Artinya, ini sebuah pesan bagi Indonesia yang indikator negara BRIC-nya terus meningkat, terutama selama 10 tahun belakangan.

  25. Menurut saya dengan adanya brics kekuatan perekonomian dunia akan menjadi sangat kuat. seandainya Indonesia masuk dalam 5 negara tersebut pasti perekonomian Indonesia akan berubah. Pertumbuhan ekonomi negara bahkan terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Perekonomian Indonesia mendapat kepercayaan tertinggi dan menjadi dewan terhormat dimata Internasional, bahwa perekonomian Indonesia saat ini tengah terprosot dan terburuk, tapi sebaliknya perekonomian Indonesia di mata dunia sedang diakui bahkan kita lebih terbaik dari lima negara yang diakui dunia memiliki perekonomian yang berkembang pesat yakni Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Ini menjadi kekuatan kita tersendiri dalam bersaing di mata dunia,”

    ANDRIANI PUTRI

  26. Tri Sekar Lukitawati said

    Menurut pendapat saya artikel tetang BRICS sangat menarik. Kekuatan perekonomian China, India dan Rusia mampu menggebrak perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dalam waktu 2 tahun ke depan Indonesia diyakini memiliki potensi untuk bisa mendekati kekuatan ekonomi BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika selatan). Alasannya, pencapaian Gross Domestik Bruto (GDB) yang sudah mencapai US$940 miliar hingga tahun ini diperkirakan Indonesia memiliki peluang untuk bisa mendekati kekuatan ekonomi BRICS. Indonesia mempunyai catatan ekonomi impresif yang datang tidak hanya dari pasar domestiknya yang besar, tapi juga dari kebijakan ekonomi dan moneternya yang sangat tepat. Menjadikan Indonesia tujuan yang menjanjikan bagi investor asing. Kualitas-kualitas samacam inilah yang menjadikan BRICS sebagai standar emas (Gold Standard).

    Ekonomi Goldman Sachs Jim O’Neill akan membuat definisi ulang kelompok BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) sebagai Emerging Market seiring pertumbuhan ekonomi ke 4 negara itu. Menurut pandangan O’Neill kemunculan kelompok ekonomi baru lain di samping BRIC mengubah definisi BRIC menjadi BRICS dimana “S” disematkan untuk Afrika Selatan (South Africa). Kelompok baru ini adalah Indonesia, Meksiko, Korea Selatan (Korsel) dan Turki, yang dianggapnya sebagai ” Pasar Pertumbuhan “. Dia bahkan menilai Indonesia, Korea Selatan dan Turki yang perekonomiannya lebih besar dibanding Afrika Selatan, lebih pantas masuk BRIC. Menurut O’Neill negara-negara BRIC memang kelompok lama terkemuka dalam pertumbuhan ekonomi. Saat ini kelompok ekonomi baru itu masih kalah dibanding BRIC dalam pertumbuhan. Ekonomi BRIC saat ini bernilai sekitar USD11-12 triliun, masih di bawah Amerika Serikat (AS) yang mencapai USD15 triliun. Bukan tidak mungkin BRIC akan melewati Paman Sam mengingat cepatnya pertumbuhan di negara-negara itu.

    Diprediksi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa China akan menggantikan Amerika Serikat sebagai negara adidaya ekonomi terbesar pada tahun 2016. China dan beberapa kekuatan ekonomi baru membantu IMF menggalang US$430 miliar untuk dana intervensi krisis yang menguntungkan Eropa. Konferensi Tingkat Tinggi BRIC adalah pertemuan kepala pemerintah BRIC. KTT pertama berlangsung di Yekaterinburg, Rusia pada tanggal 16 Juni 2009. KTT BRIC yang kedua berlangsung pada tanggal 15 April di ibukota Brazil, Brasil.

    Pada kedua KTT tersebut BRIC menyatakan posisinya pada berbagai isu global, antara lain :
    1. Reformasi institusi keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia agar dapat lebih menampung aspirasi negara-negara berkembang
    2. Perlunya diversifikasi sistem moneter internasional, tidak terfokus lagi pada US Dollar sebagai mata uang internasional
    3. Agar PBB memainkan peran yang lebih penting dalam diplomasi multilateral
    4. Peran yang lebih besar untuk Brazil dan India di PBB (agar kedua negara tersebut juga bisa menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB)

    Apa yang bapak katakan tentang pemahaman budaya dan bahasa saya sangat setuju karena dengan budaya dan bahasa negara Indonesia akan lebih maju dan berkembang di banding dengan negara-negara lain.

    Tri Sekar Lukitawati

  27. indonesia sebenarnya memiliki banyak kemampuan dan saya yakin jika indonesia bisa menjadi briic dan menjadi negara maju di bidang apa pun ..
    semoga dengan adanya motivasi tentang BRICS Indonesia dapat berkembang dan maju lebih baik lagi .. sehingga rakyat tidak ada yang menderita

    Ria Kuswita

  28. Zulfikar Hariadi said

    saya setuju dengan pendapat pak Donny, BRICS bertujuan untuk memperbaiki situasi ekonomi global dan mereformasi lembaga keuangan dan sebagai pembela dan promotor dari negara-negara berkembang dan kekuatan bagi perdamaian dunia.

    saya berharap agar indonesia dapat lebih cepat prosesnya untuk bergabung dengan BRICS, karena agar Indonesia menjadi negara yang maju dan mata uang indonesia menjadi mendunia.

  29. Nur Amaliasari said

    Menurut saya sebuah blog ekonomi baru yang terdiri dari 5 negara berkembang yaitu: Brazil, Rusia, India, China dan Southt Africa (Afrika Selatan) atau yang disebut BRICS ini sangat bagus untuk perkembangan perekonomian negara. karna seperti yang tertulis diatas, bahwa BRICS akan mencoba membantu “meringankan” krisis keuangan yang mendera di beberapa Negara Eropa.

    dengan adanya BRICS Ada keinginan untuk menghapus ketergantungan pemakaian transaksi menggunakan Dollar. itu menurut saya sangat bagus karna agar negara-negara berkembang tidak bergantung pada negara Amerika dan negara Amerika tidak seenaknya kepada negara berkembang. Meskipun usia BRICS masih relatif muda, BRICS telah menunjukkan kekuatannya dengan memulihkan ekonomi global di masa depan.

    Dan semoga Indonesia dapat membangun hubungan dagang yang mesra dengan negara berkembang yang lain seperti negara China dan Rusia dengan pemahaman budaya dan bangsa.

    NUR AMALIASARI

  30. RIAANJANI KUSUMA DEWI said

    SETUJUUUU PAK, menurut saya Indonesia bisa saja mensejajarkan diri dengan negara paling maju manapun, asalkan mau memperbaiki diri dan memiliki power, self-esteem yang kuat untuk tidak mudah disetir oleh kepentingan negara lain! Sejak 2010, lebih dari 50 persen dari pertumbuhan global disumbang BRICs, dan telah menjadi kekuatan penting dalam meredakan krisis keuangan dan ekonomi internasional, serta yang mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan global .

    RIAANJANI KUSUMA DEWI

  31. herlia sutanti said

    Bener banget tuh paaakk,, Indonesia harus bisa merubah pola bisnis yang sekarang, dengan adanya BRICS semoga Indonesia menjadi negara berkembang, yang bisa merubah ekonomi penduduknya,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 122 other followers

%d bloggers like this: