Blog Manuver Bisnis

ulasan kiprah bisnis untuk eksis dalam bisnis

Ketika Bajak Membajak Menjadi Sebuah Pilihan

Posted by Donny Oktavian Syah on 26/01/2012

Beberapa saat lalu, seorang kawan, sebut saja Pak Adi, yang mengepalai HR Departemen sebuah perusahaan, ketika kita berbincang-bincang bersama sempat curhat pusing tujuh keliling. Betapa tidak karyawan terbaiknya, satu persatu mengajukan “surat cinta” untuk pamit berkarier di perusahaan lain. Kalau cuman 1-2 karyawan yang hekang, untuk perusahaan sekelas Pak Adi barangkali tidak akan “menggoyahkan” sistem kerja dan kinerja perusahaan, ternyata bulan berikutnya ada lebih banyak karyawan ijin berpamit ria. Saya bisa paham kondisi itu akan terus runyam kalau tidak dicari solusinya.

Ketika Pak Adi bertutur turn over karyawannya melonjak di atas 10 % saja sudah cukup membuat beliau mengusap-ngusap kepala. Parahnya, ada kasus lain di sebuah perusahaan yang lain kasusnya lebih “dahsyat” daripada yang dialami Pak Adi, satu departemen berisi puluhan orang karyawannya hekang dibajak perusahaan sejenis yang kebetulan sedang memulai bisnisnya dan akan berekspansi. Saya sering menyebutnya fenomena Membajak ala “bedol desa”, artinya “lurah” di departemen itu dibajak beserta seluruh stafnya. Ini yang merepotkan. Saya bisa membayangnya riuh rendahnya kondisi tersebut, tiba-tiba satu departemen mendadak “pindah kantor”, celakanya pindahnya ke perusahaan competitor. Komplit sudah muram yang menggelayuti!
Read the rest of this entry »

Posted in Business Strategy | Leave a Comment »

Ketika Perusahaan Kecil Anda Mekar

Posted by Donny Oktavian Syah on 19/01/2012

A leader takes people where they want to go. A great leader takes people where they don’t necessarily to go but ought to be” (Rosalynn Carter).

Sebuah perbincangan antar karyawan di sebuah perusahaan di pada break makan siang bareng. “Perasaan semakin maju dan membesar, semakin jarang ya si Bos ngobrol-ngobrol lama sama kita-kita,” curhat seorang karyawan. “Bener, perasaan dulu gak susah-susah amat ijin cuti, sekarang jadi lebih ribet”, sambung karyawan lain dengan nada sebal. “Semuanya jadi serba formil dan serius yak”, sungut karyawan lain menimpali.

Kalau Anda mempunyai sebuah perusahaan yang dibangun mulai dengan modal kecil dan karyawan tidak terlampau banyak. Artinya bukan sebuah perusahaan yang tiba-tiba didirikan dengan gelontoran dana besar yang tiba-tiba mencomot banyak pegawai. Kalau suatu saat, bisnis Anda mulai mekar dan mengelinding, obrolan bernada seperti di atas dengan level yang berbeda, cepat atau lambat biasanya akan muncul. Berita baiknya, obrolan tadi mengirim isyarat jelas bahwa bisnis Anda benar-benar sedang tumbuh dan berkembang. Berita kurang sedapnya, karyawan Anda—terutama karyawan lama yang ikut proses dari awal—akan mulai gelisah ketika “atmosfer guyub”, kemesraan emosional yang tinggi karena interaksi di dalam “kelompok kecil” perusahaan hadir tiba-tiba memudar dan berangsur sirna dilahap mekarnya kondisi perusahaan Anda yang membesar. Read the rest of this entry »

Posted in Business Strategy | Leave a Comment »

Menuju UKM Tidak Satu Titik

Posted by Donny Oktavian Syah on 13/01/2012

Creativity is thinking up new things. Innovation is doing new things.” (Theodore Levitt)

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan, kontribusi UKM untuk GDP Indonesia menurut catatan Pemerintah ada di kisaran 56,5% (sumber : Infobanks News). Sementara penyerapan tenaga kerja di sektor UKM cukup mendominasi 66,74 %. Menurut Kementrian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), jumlah UMKM di tahun 2011 menembus angka 55,21 juta unit. Dengan proporsi usaha kecil sebanyak 609.195 unit, sedangkan usaha menengah menyumbang 44.280 unit. Sebuah Sinyal cukup jelas menandakan perlunya sektor UMKM atau dalam terminologi bisnis sering disebut SME (Small and Medium Enterprises) Indonesia sangat perlu dibantu dan didampingi, agar kontribusi terhadap GDP, penyerapan tenaga kerja Republik mempunyai grafik terus menaik.

Beberapa hari lalu, bersama keluarga saya berlibur sejenak (menemani anak-anak libur) menggunakan perjalanan darat. Di tengah jalan, karena membawa kendaraan sendiri di setiap kota yang disinggahi, kesempatan untuk berhenti sejenak melepas lelah lebih leluasa sembari menjajal toko makanan kecil khas daerah setempat yang rata-rata dioperasikan oleh UMKM. Makanan yang disajikan secara selera cukup memadai, tetapi problem khas yang selalu mendera UMKM dari tahun ke tahun pun nyaris seragam. Selain lemah di pendanaan (walupun sesungguhnya bukan hal utama), lemahnya inovasi menjadi ganjalan utama, mulai dari kemasan yang cenderung ala kadarnya sampai masalah citra rasa yang selalu idem ditto dari tahun ke tahun. Di sisi lain, seringkali produk yang dihasilkan pun seragam ditiru di suatu daerah tertentu. Read the rest of this entry »

Posted in Business Strategy | 8 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 102 other followers